Oleh :
Nur Reka Hikmaya R. ( B94219092
)
Risky Aprilia
Putri (B94219094 )
Sandha Rani Vidya N. (
B94219095 )
Kelas : D3
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen l :
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen ll :
Baiti Rahmawati, S.Sos
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2019
Kata Pengantar
Puji syukur kepada Allah SWT . yang telah member nikmat,
kesempatan untuk mengerjakan tugas ini, sholawat dan salam tidak lupa kami
panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Terima kasih kepada Prof. Dr. H. Moh. Ali
Aziz, M.Ag dan ibu Baiti Rahmawati, S.Kom.I yang telah memberikan kepercayaan
kepada saya untuk mengerjakan tugas ini
Saya berharap buku ini bisa memberikan konstribusi yang
berarti bagi perkembangan dakwah islam dimasa mendatang, dan mampu memicu
pembacanya untuk melakukan dakwah dengan baik.
Surabaya,
23 Agustus 2019
Penulis
Daftar
Isi
Kata
Pengantar...........................................................
i
Daftar
Isi......................................................................
ii
BAB
I Pembahasan....................................................
A. Pendekatan
Dakwah ........................................ 1
B. Strategi
Dakwah............................................... 5
C. Metode
dan Teknik Dakwah............................ 13
D.
Taktik Dakwah................................................. 19
BAB
II Kesimpulan.................................................... 22
Daftar
Pustaka............................................................ 23
BAB I
Pembahasan
A. Pendekatan
Dakwah
Pendekatan
dakwah adalah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses dakwah.
Umumnya, penentuan pendekatan dakwah,yaitu pendekatan budaya,pendekatan
pendidikan,dan pendekatan psikologis. Pendekatan-pendekatan ini melihat lebih banyak pada kondisi mitra
dakwah[1]
Dalam metode pendekatan ilmu dakwah diperlukan beberapa proses dalam kegiatan dakwah kepada mad’u sebagai objek dakwah[2]. Dengan
pendekatan penerima dakwah ( audiens ) akan mudah menjalankan aktivitas dakwah,
terutama dalam menjelaskan hal – hal yang berkaitan dengan ajaran islam, baik
kepada kelompok anak – anak, remaja,atau kepada orang dewasa sebagai sasaran
dakwah.
Beberapa pendekatan dakwah :
a.
Pendekatan dakwah secara sosiologis, menyampaikan dakwah
dengan mengetahui kondisi dan situasi di sosial masyarakat sebagai materi
sasaran dakwah ,hal ini dianggap penting karena masyarakat sangat lekat dengan
adat istiadat, budaya, dan tingkat kesosialan-nya. Diharapkan dengan adanya
pendekatan melalui materi dakwah akan membatu situasi kehidupan sosial di masyarakat.
b.
Pendekatan dakwah secara psikologis, menyampaikan dakwah
baik secara individual maupun secara kelompok, peneriman materi dakwah akan
lebih bisa mengetahui sisi kejiwaan dan psikis indivual maupun kelompok
penerima materi dakwah. Dengan demikian seorang pendakwah akan lebih mudah
dalam menyampaikan materi dakwahnya.
Banyak lagi contoh pendekatan dakwah yang bisa di tempuh
oleh seorang pendakwah, contohnya pendekatan rasulullah terhadap kaum quraisy,
dan pendekatan walisongo dalam menyebarkan agama islam ketanah jawa.
Pendekatan budaya seperti sunan kali jaga, konon
dirinyalah yang melopori pendekatan populis dan lunak terhadap tradisi
masyarakat.Ia menyebarkan islam melalui jalur kesenian dan kebudayaan.[3]Banyak karya seni yang ia ciptakan dan
ia tunjukan kepada masyarakat untuk menarik simpati agar maasyarakat dapat
menerima ajaran islam secara halus dan perlahan-lahan. Karena pada waktu itu
masyarakat jawa masih dipengaruhi oleh ajaran dan kebudayaan hindu-budha.
Walisongo
banyak memberikan pendekatan dakwah dengan mmetode yang berbeda-beda. Tidak hanya kesenian tapi
melalui pernikahan juga ada. Dan pendekatan dakwah di era globalisasi seperti
ini pada generasi milenial membutuhkan
pendekatan yang sedikit sulit karena kia memerlukan strategi dan taktik yang
menarik agar mereka mempunyai rasa simpati.
Pendekatan
dakwah tidak hanya melalui ajaran agama atau pengajian, sekarang mulai banyak
organisasi dilingkungan sekolah,kampus,masyarakat yang memiliki organisasi yang
mengajak kea rah dakwah juga seperti
Remaja Masjid, PMII. Di Indonesia telah muncul organisasi-organisasi dakwah
dengan berbagai corak dan identitasnya masing-masing. Organisasi-organisasi
tersebut telah berusaha dengan sekuat tenaga melaksanakan fungsinya untuk mengaktualisasikan
ajaran islam dalam kehidupan masyarakat. Kepentingan organisasi dakwah ini
bukan hanya sekedar penunjang , tetapi cenderung merupakan sarana vital dalam proses penyelenggaraan dakwah, sebab
perkembangan masyarakat yang demikian kompleks
dan plural, dibutuhkan pendekatan cultural untuk dapat mengatasi problem
yang timbul dalam masyarakat,terutama dalam menghadapi objek dakwah
B. Strategi Dakwah
Strategi
dakwah merupakan perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang dibentuk untuk
mencapai tujuan dakwah tertentu, oleh sebab itu sebelum
Seorang
da’i harus mampu menjalankan srategi dakwah dengan baik dan benar, akan mudah
mencapai keinginan dalam arti keberhasilan atau efektifitas dakwahnya. Nabi
Muhammad SAW, sebagai imam para da’i, telah menerapkan strategi dakwah secara
bijak, sehingga melalui beliau Allah memberi manfaat kepada hambanya dan
menyelamatkan mereka dari jalan yang sesat munuju yang di ridhoi oleh Allah
SWT. Siasat beliau tersebut bermanfaat dalam menyukseskan dakwahnya,membangun
negaranya, menguatkan kekuasaannya, dan meninggikan kedudukannya.
Tujuan
dakwah dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu tujuan utama ( utama ) dan tujuan
khusus (perantara ). Tujuan utama merupakan garis pokok yang menjadi arah semua
kegiatan dakwah, yaitu perubahan sikap dan perilaku mitra dakwah sesuai dengan
ajaran islam. Tujuan pada setiap tahap itulah yang disebut tujuan perantara.Mitra
dakwah yang telah memahami pesan dakwah tidak selalu segera diikuti dengan
pengalamannya.
Sepanjang
sejarah tidak pernah ada seorang pun pembaharu yang mempunyai pengaruh besar
seperti nabi Muhammad SAW.Terkumpul padanya jiwa seorang pemimpin, pendidik
yang bijak, kecerdasan akal, semangat yang kuat serta kejujuran[5].
Semua
itu terbukti pada diri nabi Muhammad SAW. Misal dari strategi dakwah nabi
muhammad ialah berdakwah secara sembunyi – sembunyi kepada keluarga dan kerabat
beliau, namun itu tidak mudah karena kelurga dan kerabat nabi tidak mudah
percaya dengan dakwah nabi muhammad, setelah itu nabi memperluas dakwahnya
kepada para sahabat hingga terbentuklah assabiqunal awwalun.
Masa
depan dakwah tergantung pada pengajar dakwah itu dalam menerapkan strategi
bagaiman melakukan aktivitas dakwah kepada masyarakat. Adapun untuk menghadapi
era dakwah kedepan ada tiga hal utama yang harus dilakukan.
Penerapan
strategi dakwah yang sesuai dengan kondisi mad’u sebagai objek dakwah, akan
menghasilkan dakwah yang tepat. Yang nantinya akan dengan mudah diterima oleh
masyarakat sebagai objek dakwah. [6]
Cara dan
strategi untuk berdakwah
1.
Memilih waktu
kosong dan memikirkan tema dakwah untuk audiens ( penerima dakwah ), artinya
usahakan agar mereka tidak jenuh saat menerima dakwah contohnya, membuat
guyonan atau candaan yang tetap bernuansa dakwah agar audiens tidak merasa
bosan, juga waktu merasa banya terisi dengan petunjuk, pengajaran, pembelajaran
yang bermanfaat, nasehat yang baik.
2.
Jangan
memerintahkan sesuatu yang jika tidak dilakukan akan menimbulkan fitnah,
artinya terkadang seorang da’i menjumpai sesuatu kaun yang sudah mempunyai
tradisi atau adat istiadat yang mapan dan sudah turun temurun. Contohnya
tradisi adat jawa yang biasanya mengadakan genduren ( tasyakuran ) dicontohkan
oleh walisongo yang memberikan dakwahnya di sela – sela tradisi genduren.
Tradisi tersebut tidak bertentangan dengan syariat, tetapi jika dilakukan
perombakan akan mendatangkan kebaikan.
3.
Menjinakkan hati
dengan harta dan kedudukan, artinya seorang da’i ibarat dokter yang meriksa
penyakit. Ia mendiagnosis dan mengobati sesuai dengan penyakitnya, jika seorang
da’i sadar bahwa iman audiens masih lemah ia dapat memberi harta semampunya
agar ia tetap berada dalam jalan yang benar.
4.
Menjinakkan hati
dengan memberi maaf ketika dihina, berbuat baik ketika disakiti, bersikap
lembut ketika dikasari, dan bersabar ketika didzhalimi, cemoohan dibalas dengan
kesabaran, ketergesa – gesaan dibalas dengan kehati – hatian. Contohnya saat
kaum quraisy memusuhi nabi muhammad, beliau tidak pernah membalas memusuhi
melainkan memperlakukuannya dengan lembut dan seiring berjalnnya waktu kaum
quraisy sedikit demi sedikit masuk islam. Dengan cara tersebut, nabi muhammad
SAW. Mampu menyatukan hati para sahabat dan orang – orang quraisy yang masuk di
islam karna perilaku nabi.mereka bukan hanya mencintai beliau, tetapi juga ikut
menjaga dan membela beliau dalam dakwahnya. Itulah cara – cara penting yang
dapat menarik audiens lebih mendalami islam dan membuat iman mereka menjadi
lebih kokoh.
5.
Pada saat
memberi nasihat, jangan menunjukkan langsung kepada orangnya tetapi bicara
dengan sasaran umum seperti yang di contohkan kepada rasulallah ketika hendak
menegur sahabatnya.orang pendakwah dalam menyampaikan dakwahnya harus bisa
memberi nasehat di didalam dakwahnya baik secar perorangan maupun kelompok (
majelis ).
6.
Memberikan
sarana yang dapat mengantarkan seseorang pada tujuannya, seorang penda’i
memberikan sarana kepada audiens berupa pendapat. Misalnya, seorang audiens
bertanya kepada da’i maka seorang da’i wajib menjawab audiens yang bertanya
dengan jawaban yang mudah di pahami.
7.
Seorang da’i
haris siap menjawab berbagai pertanyaan, saat da’i berdakwah pastilah akan ada
audiens yang menanyakan sesuatu kepada pendakwah dan da’i haruslah menjawab
pertanyaan dari audiens secar rinci dan jelas agar audiens bisa menerima dan
memahami hal yang tanyakan oleh audiens itu.
8.
Memberikan
perumpamaan – perumpamaan, seorang da’i dalam menyampaikan dakwahnya harus
menggunakan kata – kata indah yang bertujuan tidak membuat audiens merasa bosan
yaitu dengan menggunakan kata –kata perumpamaan contohnya “ tak kenal maka tak
sayang, tak sayang maka tak cinta “ perumpamaan seperti itu merupakan kegemaran
remaja, orang da’i harus pintar memakai perumpaan di setiap dakwanya.
Staregi pendakwah ( da’i ) haruslah bisa menyasar kesemua
kalangan masyarakat baik dikalangan dewasa maupun dikalangan remaja. kalangan
dewasa, contohnya berdakwah di kalangan dewasa bisa melalui tema kehidupan
dengan sedikit guyonan. Karena tema tersebut sangat cocok dan sering terjadi
kalangan dewasa, dengan demikian dakwah yang disampaikankan mudah dipahami.Dan
dikalangan remaja, contohnya berdakwah dikalngan remaja bisa melalui tema
tentang percintaan dimasa remaja, kepatuhan terhadap orang tua, menyikapi dunia
di era digital, dll. Hal itu akan menarik minat kaum remaja untuk lebih
memahami isi materi yang disampaikan oleh pendakwah. jadi, pendakwah haruslah
pintar dalam memilih tema yang akan disampaikan dalam berdakwah dan harus bisa
mengetahui situsi dalam dakwahnya, Dengan begitu pendakwah akan mudah
menyampaikan materi – materi dakwahnya.
C. Metode dan
Teknik Dakwah
Metode
berasal dari bahasa yunani methodes, yang merupakan gabungan dari kata meta dan
hodos. Meta berarti melalui,mengikuti,atau sesudah, sedangkan hodos sedangkan
hodos berarti jalan arah atau cara jadi, metode diaartikan sebagai suatu cara
atau jalan yang bisa ditempuh. Sedangkan metode dakwah adalah cara-cara yang
dipergunakan oleh seorang da’I untuk menyampaikan materi.[7]
Menurut
pemikiran Tarmizi Taher, yang menjadi sasaran utama dalam berdakwah adalah
kampus dan barat. Pertama kalangan kampus-kampus ( mahasiswa), mulai dari
Nangro Aceh Darussalam ( NAD ) sampai Maluku ( Ambon ).[8]
Metode
dakwah dapat dilakukan dengan cara apa
saja dan dengan media apa saja. Pada zaman Rasullullah metode dakwah dilakukan secara
terang-terangan. Dan setelah zaman rasulullah ada walisongo,mereka melakukan
metode dakwah dengan cara berbeda-beda, ada yang melalui kesenian,kebudayaan
dan melalui perkumpulan seperti pengajian. Dan semakin berkembang pesatnya era
globalisasi metode dakwah mulai semakin canggih bisa melalui telivisi,radio,youtube,facebook
dan media social lainnya. Sehingga genarasi millennial bisa mengetahui ajaran
agama islam tanpa harus datang langsung ke perkumpulan pengajian.Usaha dakwah
dimulai oleh Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan para sahabat, tabi’in, sampai pada
para da’I Indonesia.[9]
Secara
terperinci metode dakwah dalam Al-Qur’an terekam pada surat An-Nahl ayat 125,
yaitu: hikmah, mau’idhah, dan mujadallah.
ادْعُإِلَىٰسَبِيلِرَبِّكَبِالْحِكْمَةِوَالْمَوْعِظَةِالْحَسَنَةِۖوَجَادِلْهُمْبِالَّتِيهِيَأَحْسَنُۚإِنَّرَبَّكَهُوَأَعْلَمُبِمَنْضَلَّعَنْسَبِيلِهِۖوَهُوَأَعْلَمُبِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah
(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari ejalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
a)
Hikmah, yaitu
berdakwah dengan menitik beratkan pada kemampuan mereka yang menjadi obyek
dakwah. Dibagi menjadi 3 yaitu: unsur ilmu, unsur jiwa, unsur
amal perbuatan.[10]
b)
Mau’idhah, yaitu
berdakwah dengan memberikan nasihat-nasihat atau menyampaikan ajaran-ajaran
islam selanjutnya
c) Mujadalah,
yaitu berdakwah dengan cara bertukar pikiran atau membantah dengan cara yang
sebaik-baiknya dengan tidak memberikan tekanan-tekanan dan tidak pula dengan
menjelekan orang[11]
Dalam
proses berdakwah, seorang pendakwah dituntut untuk mampu memahamkan umat (
audiens ) agar bisa menaati perintah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh
sebab itu, agar materi dakwah di pahami dan menyentuh hati umat ( audiens ),
pendakwah perlu menyiapkan teknik – teknik khusus dalam proses dakwahnya.Dalam
dakwah islam sering terjadi pemahaman yang salah dikarenakan metode dakwah
salah. Dan nantinya akan mengakibatkan kontra dan konflik sesama umat yang akan
memecakan islam, dengan demikian teknik dakwah sangatlah penting bagi para
pendakwah.
Dalam
teknik dakwah terdapat beberapa persiapan sebelum menyampaikan materi dakwah
yaitu,
a)
Persiapan
mental, artinya seorang pendakwah harus bisa mengontrol dan menyiapkan dirinya
sendiri untuk berdiri, berbicara di depan banyak orang. Karena dalam
meyampaikan materi dakwah, pendakwah akan menjadi pusat perhatian dari audiens.
Jika seorang pendakwah tidak memiliki persiapan mental yang kuat, maka ia akan
mengalami ketidakpercayaan diri ( nervous ). Dan itu akan membuat materi dakwah
tidak tersampaikan maksimal kepada penerima materi dakwah ( audiens ). Oleh
sebab itu, persiapan mental seorang pendakwah sangatlah pentig dalam
menyukseskan dakwahnya.
b)
Persiapan materi
dakwah, artinya seorang pendakwah harus mempersiapkan materi ( isi dakwah )
sebelum dakwah di mulai. Jika pendakwah tidak mempersiapkan materi dakwah
dengan baik, proses dakwah akan kacau, ika haya kesiapan mental saja tanpa
memikirkan isi dakwahnya, proses dakwah tidak akan berjalan dengan baik.
Pendakwah akan merasa kebingung jika tanpa isi dakwah, bahkan akan membuat
audiens merasa bosan karena penyampaiannya yang kurang.
Seorang pendakwah harus mempunyai
kesiapan dan persiapan yang cukup dalam dakwahnya, hanya orang yang tidak
bijaksana yang berdakwah tanpa pesiapan. Biasanya semakin cerdas orang tersebut
berdakwah, maka orang tersebut akan menggap dirinya bisa tanpa menggunakan
persiapan dam berdakwah. Hal ini mengandung unsur kepercayaan diri yang sangat
tinggi sehingga menjadi pendakwah yang sombong, dan ini termasuk dalam sisi
negatif teknik persiapan dakwah.
D. Taktik Dakwah
Taktik adalah gaya seseorang dalam
melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Taktik sifatnya individual.
Masing – masing pendakwah memiliki taktik yang berbeda dalam menggunakan teknik
yang sama. Setiap pendakwah yang menjalankan kegiatan dakwah masing – masing
memiliki pendekatan, strategi, metode, teknik, dan taktik yang berbeda satu
sama yang lain.[13]
Seperti yang
dijelaskan pada Q.S. Al –Imron Ayat 110
كُنْتُمْ
خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ
لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang
munkar, dan beriman kepada Allah.Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu
lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah orang-orang yang fasik.
Secara general, Al – Qur’an sering
mengutarakan beberapa taktik yang dikotomis. Taktik menggembirakan (tabsyir) berbanding dengan taktik
menakut – nakuti (tandzir).Memerintahkan
kebaikan kearifan lokal (al - amr bi al –
ma’ruf) berbanding dengan mencegah keburukan kearifan lokal (al – nahy’an al – mungkar).Taktik
kebebasan manusia (Qadariyah)
berbanding dengan keterikatan manusia (jabariyah)
–meminjam istilah teologis.Taktik tegas (qaul
sadid) berbanding dengan taktik lunak (qaul
layyin).
Contohnya
seperti dakwah islamiyah di Indonesia berlangsung secara damai tidak dengan
cara kekerasan yaitu:
1)
Perdagangan :
penggunaan saluran islamisasi melalui perdagangan ini sangat menguntungkan
karena pada abad ke 7 M banyak melibatkan golongan raja dan bangsawan, bahkan
mereka adalah pemilik kapal-kapal dan saham-saham.
2) Perkawinan
: perkawinan merupakan salah satu dari saluran islamisasi yang paling mudah,
karena perkawinan merupakan ikatan lahir batin dan tempat mencari dan tempat
mencari kedamaian anatara suami dan istri.[14]
Seperti
Rasulullah SAW meletakkan sebaik-baik asas bagi sebuah masyarakat islam di
madinah yang terkenal dalam sejarah. Asas- asas tersebut dapat juga diartikan
sebagai taktik dakwah rasullah untuk mengetahui seberapa dalam umatnya menerima
islam seperti: medirikan masjid, mempersaudarakan muhajirin dan anshar,
membentuk piagam madinah, meletakkan dasar-dasar politik,ekonomi, dan sosial.[15]
BAB
II
PENUTUP
Kesimpulan
Seorang
pendakwah dalam menarik kesimpulan
metode dakwah bahwah, dakwah memiliki aturan yang sistematis. Didalam ilmu dakwah terutama di
metode dakwah memiliki beberapa teori penting seperti pengertian sebuah metode
dakwah, teori pendekatan dakwah, strategi dan teknik dakwah, dan taktik didalam dakwah. Dengan
begitu seorang pendakwh akan lebih memahami sebuah metode dalam berdakwah yang
baik dan benar sehingga penerima materi dakwah akan lebih mendalami islam.
DAFTAR
PUSTAKA
Ali Aziz, Moh. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana. 2017
Amin,
Samsul Munir. Ilmu Dakwah. Jakarta:
Amzah. 2009.
An-Nabiry, Fathul Bahri, Meniti Jalan Dakwah. Jakarta: Sinar Grafika Offset. 2008.
Badruttaman,
Nurul. Dakwah Kolaboratif. Jakarta:
Grafindo Khazanah Ilmu. 2005.
Bisri,
Hasan. Ilmu Dakwah. Surabaya: Revka
Petra Media. 2013.
Hadinata,
Yudi. Sunan Kalijaga. Yogyakarta:
Wardi. 2015.
Hamidi.Teori
Komunikasi Dan Strategi Dakwah.
Malang: Umm Press. 2010.
Ismail,
Ilyas. Filsafat Dakwah. Jakarta:
Kharisma Putra Utama. 2011.
Mukarrom, Akhwan, Pengantar
Studi Islam, Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press. 2004
Munir,
Muhammad.Manajeman Dakwah. Jakarta:
Kharisma Putra Utama. 2006.
Ridla,
M. Rosyid, Pengantar Ilmu Dakwah. Yogyakarta:
Samudra Biru. 2017.
Saerozi,
Sejarah Kebudayaan Islam. Sidoarjo:
Al maktabah. 2010.
Thoifah,
I’anatut. Manajemen Dakwah. Malang:
Madani Press. 2015.
Widjaja, Komunikasi,
Jakarta: PT Bumi Aksara. 2010
Yunus,
Ahmad Redzuwan Mohd, Sejarah Dakwah.
Kuala Lumpur: Sanon Printing. 2001.
[1]Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet 6
(Jakarta: Kencana, 2017), h. 297.
[2]Hamidi,
Teori Komunikasi Dan Strategi Dakwah, Cet 1(Malang: Umm Press, 2010, h.
[3] Yudi Hadinata, Sunan Kalijaga, Cet
5 (Jogjakarta: Dipta, 2015) h. 85.
[4]Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Cet
6, ( Jakarta: Kencana, 2004), h. 299.
[5] Hamidi, Teori Komunikasi Dan
Strategi Dakwah, (Malang: , 2010), h. 127
[6] Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah, (Jakarta:
Amzah , 2009), h. 110.
[9] M.
Rosyid Ridla, Pengantar Ilmu Dakwah, Cet 1, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2017),
h. 21.
[10]Fathul Bahri An-Nabiry, Meniti Jalan
Dakwah, Cet 1,(Jakarta: Sinar Grafika, 2008), h. 240.
[11] Hasan Bisri, Ilmu Dakwah, Cet 1, (
Surabaya: PT.Revka Petra Media, 2013), h. 58.
[12]Moh. Ali, Ilmu Dakwah, Cet 6, (Jakarta: Kencana, 2004), h.309.
[14] Saerozi, Sejarah Kebudayaan
Islam, ( Sidoarjo: Al maktabah), h. 3.
[15] Ahmad Redzuwan Mohd Yunus,
Sejarah Dakwah, Cet 1( Kuala Lumpur: Sanon Printing, 2001), hh. 8-9.


Besok besok metode penerapannya kakak. 😍
BalasHapusArtikel nya sudah bagus kak. Namun. Kalau boleh saran.. Kesimpulan nya bisa lebih jelas d lagi ya kak😁😁.. Terimakasih 😍😍😍
BalasHapusMateri bagus sekali sangat membantu tapi ada tulisan yang kurang rapi
BalasHapusSudah lumayan bagus,tetapi ada bagian bagian yang masih perlu untuk dirapikan
BalasHapusSangat bagus dan menginspirasi semoga bisa lebih baik lagi dan mampu menerapkan apa yang ditulis
BalasHapusSangat bermanfaat dan semoga bisa mendapatkan banyak pelajaran dari materi ini
BalasHapusSemoga materi ini bisa bermanfaat bagi anak bangsa yg ingin mendalami agamanya
BalasHapusMakalah nya bagus dan sangat membantu terima kasih
BalasHapussangat bermanfaat, teruslah berkarya!
BalasHapusCukup bagus. Tpi, Sepertinya perlu dibahas lebih rinci lagi pada penerapan dakwah di indonesia masa kini. Dimana kita tahu indonesia adalah negara yang cukup banyak ragam kepercayaannya, dn tidak hanya terbatas pada 6 agama yg pada umunya. Thanks
BalasHapusBagus, semoga kedepannya selalu membawa inspirasi bagi teman lainnya dan lebih baik lagi, aamiin
BalasHapusMakalahnya sangat memberi manfaat untuk yang kurang paham apa saja metode dakwah itu.
BalasHapusAlhamdulillah makalah sangat membantu sekali dan membuat saya faham apa itu metode dakwah beserta ayat metode dakwah
BalasHapusTerima kasih atas materi yang anda sampaikan ,itu sangat bermanfaat bagi saya, dan semoga bisa bermanfaat bagi semua orang yang membacanya
BalasHapusSangat membantu pengetahuan bagi semua orang yang membaca, materinya juga bagus
BalasHapusterima kasih
Materinya sangat bagus serta bahasanya jg sdh cukup baik, semoga bermanfaat..
BalasHapustrimakasih. materinya mudah dipahami dan dimengerti:)
BalasHapusTerimakasaih atas ilmunya,semoga bermanfaat 😊
BalasHapusSukses terus kak. Semoga kedepan semakin jos .amiiin
BalasHapusTerima kasih,materinya menambah pengetahuan Dan wawasan saya tulisanya mudah dimengerti dan mudah dipahami
BalasHapusMakalah ini bermanfaat bagi kami yang belum mengerti tentang strategi dan metode yang digunakan di dalam berdakwah
BalasHapusTerima kasih, materinya sangat bermanfaat.
BalasHapusAlhamdulillah makalah ini bagus sekali dan lumayan lengkap, materinya juga jelas dan kata-katanya tidak berbelit-belit
BalasHapusBagus sekali, materinya dapat membantu dan semoga bermanfaat untuk kita semua
BalasHapusMakalahnya sudah bagus, tp lebih bagus lagi jika bisa ditambah dengan dalil tentang bahasan tsb😊
BalasHapusMakalahnya sudah bagus, tp lebih bagus lagi jika bisa ditambah dengan dalil tentang bahasan tsb😊
BalasHapusAlhamdulillah makalahnya sangat bagus sekali, dan dapat menambah wawasan saya tentang ilmh dakwah
BalasHapusmateri yang disajikan sudah bagus hanya kurang dalam tanda bacanya.
BalasHapusMakalahnya sangat bermanfaat,semoga bisa ditambah lagi penjelasannya yang lebih detail.
BalasHapusBagusss bangett dehh menambah wawasan tentangg ilmu dakwahh.semangatt semoga kedepannya semakin baguss buat menambah wawasan kitaaa
BalasHapusBagus, semoga kedepannya selalu membawa inspirasi bagi teman lainnya dan lebih baik lagi, aamiin
BalasHapusIsi dari materinya sangat jelas dan mudah dipahami olehh pembacaa, Semogaa bermanfaat bagi yg lainnya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMakalahnya bagus tetapi jangan merasa puas terus belajar dan membuat lebih banyak makalah " yang bisa bermanfaat bagi para pencari ilmu.
BalasHapusGood Article, jangan puas diri dulu, lebih dikembangkan lagi dan terus belajar;)))
BalasHapusAlhamdulillah makalahku bisa bermanfaat bagi orang lain nak teruskan menulis. Tuang ilmu ilmumu.tante banggaa
BalasHapusMakalahnya mantap, semoga istiqomah dalam berkarya dan bermanfaat bagi yang lain
BalasHapusSangat bagus bagus dan bagus menginspirasi saya dalam hidup ini semoga penulis mampu menulis lagi karyanya dengan baik lagi
BalasHapusMaterinya bagus, untuk kedepannya ditingkatkan lagi dalam penggunaan bahasa sesuai eyd, dan jangan lupa juga selalu cantumkan sumber
BalasHapusSubhanallah,,, terimakasih infonya. Artikelnya sangat bagus, semoga bermanfaat bagi para pembaca.
BalasHapusIsi yg dicakup sudah baik begitu juga dengan penjelasan nya. Mohon dipertahankan dan ditingkatkan kembali kakak
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSubhanallah,,,Terimakasih infonya. Artikelnya bagus, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca.
BalasHapusArtikelnya bagus. Terus kembangkan artikelnya agar bisa bermanfaat bagi para pembaca.
BalasHapusAlhamdulillah sudah bagus bisa di jadikan tambahan ilmu dan mudah dipahami
BalasHapusAlhamdulillah. Sangat bermanfaat untuk pemula dakwah, bahasanya pun mudah dimengerti.
BalasHapusbagus materinya . memberi pemahaman bagi pendakwah tentang bagaimana metode yang mana yg bisa dilakukan.
BalasHapusBagus materinya,makasih banyak mohon copas
BalasHapusBagus banget pembahasannya materinya sangat jelas di pahami.saya tunggu makalah selanjutnya
BalasHapusMateri yang dicantumkan sangat bagus, namun ada beberapa koreksi tanda baca yang harus dibenahi
BalasHapusTetap semangat dalam membagikan ilmu... Semoga bermanfaat bagi kita semua.. Amiin
BalasHapusMaterinya sudah cukup bagus, tp tatanan penulisannya perlu di perbaiki lagi. Semangat ukhti!!
BalasHapus