Minggu, 01 Desember 2019


Oleh : Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar Uin Sunan Ampel Surabaya

Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Sholat merupakan salah satu rukun sholat dan  kewajiban bagi setiap muslim, Menurut hakekatnya, sholat ialah menghadapkan jiwa kepada Allah SWT, yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah dan bisa membangkitkan kesadaran yang dalam pada setiap jiwa terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Sholat dengan khusyu’ dan tumaknina akan mendatangkan ketenaangan hati, hidup bahagia, rezeki, juga kecerdaskan akan diraih dengan sholat yg khusyu’. Dalam mengerjakan sholat harus selalu berusaha menjaga kekhusu’anya. Secara bahasa, khusyu’ berasal dari kata khasya’a yakhsya’u khusyu’an, yang berarti memusatkan penglihatan pada bumi dan memejamkan mata atau meringankan suara ketika sholat.Khusyu’ itu artinya lebih dekat dengan khudhu’ yakni tunduk dan takhasysyu’ yakni membuat diri menjadi khusyu’. Khusyu ini bisa melalui suara, gerakan badan atau penglihatan. Ketiganya itu menjadi tanda kekhhusyu’an bagi seseorang dalam melaksanakan sholat.
Secara istilah syara’, khusyu ialah keadaan jiwa yang tenang dan tawadhu’. Kemudian khusyu’ dihati sangat berpengaruh dan akan tampak pada anggota tubuh lainya. Menurut A. Syafi’I khusyu’ berarti menyengaja, ikhlas, tunduk lahir batin dengan menyempurnakan keindahan bentuk ataupun sikap lahirnya (badan), serta memenuhinya dengan kehadiran hati, kesadaran dan pemahaman segala ucapan maupun sikap lahiriyah tersebut.
 Sholat bahagia merupakan sholat yang memiliki berbagai manfaat diantaranya adalah : untuk kesehatan, untuk menghapus dendam, untuk menambahkan rasa percaya diri, untuk mengadapi ujian sekolah, untuk kemudahan dalam membayar hutang, untuk mengsukseskan usaha, Dll.Dalam Terapi Shalat Bahagia beliau juga menekankan bahwa sholat adalah salah satu cara dimana seseorang dapat mengingat segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita, begitu pula dalam Terapi Sholat Bahagia ini, yang mana dalam sholat yang paling utama adalah tidak mengesampingkan syarat – syarat sah, rukun – rukun shalat, syarat wajib sholat, sebab kualitas sholat juga sangat dipengaruhi oleh hal – hal tersebut. Kemudian dalam sholat juga diutamakan seseorang yang menjalankan harus dengan khusyu’ sekaligus tuma’ninah. Terapi sholat ini juga dapat diartikan sebagai usaha seseorang hamba untuk mengingat Allah SWT. Beberapa penelitian juga menunjukan bahwa jumlah orang yang kurang bahagia tidak berkurang sekalipun kesejahteraan lahiriah meningkat. Ada saja yang mengganggu  mengganggu pikiran. Kriteria-kriteria sebuah kebahagiaan dengan menggunakan shalat sebagai metode mencapai kebahagiaan dengan T2Q ( Tawakal, Tuma’ninah, dan Qana’ah) dan hal itu merupakan terapi mental yang ditekankan pada Shalat  Bahagia.

Terapi sholat bahagia merupakan pengalaman sakit penulis dan eksperimen selama dua tahun dengan tetap berpedoman shalat dari Nabi SAW. Terapi sholat bahagia hanya bisa dikerjakan saat sholat munfarid ( sendiri ) tidak untuk berjamaah, dalam terapi sholat bahagia terdapat beberapa doa dan renungan dalam gerakan sholatnya, karena doa yang baik dilakukan didalam sholat bukan di luar sholat, tetapi akan lebih baik bila dilakukan keduanya. Secara garis besar ada enam inti gerakan utama dalam sholat yaitu : berdiri, rukuk, bangun dari rukuk, sujud, duduk di anatara dua sujud dan tasyahud. Dalam melakukan gerakan haruslah dilakukan dengan benar, tenang dan penuh pengahyatan. Penghayatan dilakukan dengan cara diam sejenak sebelum membaca dan sesudah membaca doa gunanya untuk merenungi tiap – tiap doa di setiap gerakan, yang dilakukan pertama adalah menarik nafas, tahan sebentar, keluarkan nafas dengan pelan – pelan, mulai berdoa dan merenungkan setiap doa yang ingin disampaikan. Di dalam renungan didak diperbolehkan untuk mengeluh, isi renungan tentang curhatan kepada Allah, berterima kasih atas nikmat – nikmat yang diberikan Allah. Adapun pengahayatan dan renungan dalam terapi sholat bahagia antara lain :
Berdiri ( takbiratul ihram ) : memiliki kata kunci SUBHAN ( syukur, bimbingan, ketahanan iman).            Posisi berdiri saat takbiratul ihrom posisi tangan harus sejajar dengan telinga dan menghadap kiblat. setelah takbir membara alfatihah, setelah itu membaca doa dan renungan tapi tidak diucapkan secara lisan, tetapi dibaca dan direnungkan dalam hati. Doa dan renungannya sebagai berikut :
1.      Syukur “ wahai Allah aku bersyukur atas semua nikmatmu “
2.      Bimbingan “ bimbinglah aku dan keluarga agar tetai dijalan yang benar “
3.      Ketahanan iman “ berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka mu “
Bisa ditambahkan dengan doa lebih detail dan spesifik, setelah selesai berdoa, baru membaca surah al qur’an.
Rukuk : memiliki kata kunci TURUT ( tunduk, menurut ).
Dalam posisi rukuk ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, dengan posisi rukuk yang bagi bisa menghilangkan berbagai penyakit, posisi rukuk yang baik adalah rukuk seperti biasanya bedanya posisi kepala sedikit dimajukan, ini menandakan kita siap mati karena Allah dan bagian paha atas sedit ditinggikan, usahakan dalam melakukan rukuk selama mungkin, memang jika masih awal akan merasakan sedikit sakit, tetapi lama kelaman akan merasakan manfaatnya. Saat rukuk bacalah bacaan rukuk setelah itu lanjut baca doa dan renungkan. Doa dan renungannya sebagai berikut :
1.      Tunduk “ wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendakmu, aku bertasbih dan menyerahkan hidup – mati, sehat – sakit, kaya – miskin, dan semua persoalan kepadamu “
2.      Menurut “ aku menurut kepada semua perintahmu, ampunilah dosa – dosaku”
Dalam hal ini ada beberapa tambahan doa detail, ini adalah doa yang diulang dari rukuk hingga tasyahud doanya berisi :

1.      “ Wahai Allah aku mempunyai masalah ( isi dengan masalah yang dihadapi )
2.      “ Wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku “
3.      “ wahai Allah, aku yakin yakin yakin engkau pasti pasti pasti maha kuasa menolongku. Engkau pasti pasti pasti menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku “
4.      “ wahai Allah, aku pasrah pasrah pasrah aku pasrahkan masalah tersebut kepadamu. Terserah engkau, sebab engkau pasti pasti pasti memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusanmu “
Doa diatas akan di ulang – ulang hingga tahiyat akhir, doa ini adalah doa curhatan kepada Allah .
I‘tidal : memiliki kata kunci HADIR ( hak pujian, takdir Allah )
Posisi ini adalah posisi bangun dari rukuk, saat I’tidal bacalah bacaan I’tidal, setelah itu dilanjut dengan doa dan renungan sebagai berikut :
1.      Hak pujian “ hanya engkau yang berhak dipuji, ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia “
2.      Takdir Allah “ semua hal terjadi atas takdirmu, aku ikhlas dan ridho menerinya “
Setelah doa seperti bacaan diatas, bacalah doa dan renungan yang sama seperti doa yang lebih detail dan spesifik seperti di rukuk tadi, itu adalah bentuk kepasrahan kita kepada Allah.
Sujud : memiliki kata kunci MASJID ( maaf, sinar, jiwa dan raga )
Dalam posisi ini sujud adalah kepasrahan kita kepada Allah, sujud menandakan bahwa kita rendah, posisi sujud yang benar posisi ingin memanjat pohon, setelah itu membaca bacaan sujud, sujud pertama tidak usa terlalu lama dengan sujud kedua yang dilanjut renungan dan doa sebagai berikut :
1.      Maaf “ maafkan dosa – dosaku, bapak – ibuku, dan keluargaku “
2.      Sinar “ sinarilah hati, mata, lidah, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridhai
3.      Jiwa dan raga “ jiwa dan ragaku dalam kekuasaanmu, aku serahkan hidup – mati, sehat – sakit, kaya – miskin dan semua persoalan kepadamu “
Setelah membaca doa yang ada diatas dilanjutkan doa yang inti, detail dan spesifik yang ada di bagian rukuk.
Duduk diantara dua sujud : memiliki kata kunci AKSI ( ampun, kasih, sejahterah dan iman )
Saat duduk diantara dua sujud hendaknya kita bisa meresapi arti bacaan dari duduk diantara dua sujud. Robbighfirli ( tuhanku, ampunilah aku ), warhamni ( sayangilah aku  ), wajburnii ( tutuplah aibku ), warfa’ni ( angkatlah derajatku ), warzuqnii ( berilah aku rizki ), wahdinii ( berilah aku petunjuk ), wa’aafinii ( sehatkanlah aku ), wa’fuanni ( maafkanlah aku ) ini merupakan doa yang sangat dahsyat. Dan tambahkan doa yang lebih detail dan spesifik yang ada di posisi rukuk.
Tasyahud : memiliki kata kunci SOSIAL ( sholawat, persaksian, tawakkal )
Posisi duduk ini disebut “tasyahud” karena di dalamnya ada bacaan “syahadat”, sebuah ikrar keimanan, “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Hal tersebut menjelaskan bahwa kita harus menerima apapun takdir Allah dengan ikhlas, ridla dan senang hati, serta bertawakal kepada Allah. Saat tasyahud usahakan dengan posisi tasyahud yang benar danharuslah membaca bacaan tasyahud, setelah itu, baca doa dan renungan sebagai berikut :
1.      Sholawat “ sholawat dan salam untuk nabi muhammda SAW, berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya “
2.      Persaksian “ aku bersaksi, tiada tuhan selain engkau dan Muhammad adalah utusanmu, jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku “
3.      Tawakkal “ aku serahkan hidup – mati, sehat – sakit, kaya – miskin dan semua persoalan kepadamu “
Setelah itu, baca terungan yang sama seperti rukuk dan ungkapkan semua yang ingin sampaikan kepada Allah, ini akan membeikan ketenangan hati. Setelah itu ucapkan salam dan pada saat salam saat menengok ke kanan dan kiriku berdoalah “ wahai Allah, aku sekarang lebih bahagia, aku akan menoleh kekanan, berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan ku” baru ucapkan salam. Hal itu ulangi saat salam yang menoleh ke kiri.
Dengan metode-metode dan penerapan inilah shalat bahagia itu di gunakan untuk mencapai sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting dan kesakralan sebuah ibadah sholat. Dari pembahasan di atas menunjukan bahwasanya shalat adalah sebuah kewajiaban bagi semua umat islam, pada dasarnya shalat juga sebagai sebuah prosesi ritual yang dilakukan oleh orang yang beriman sebagai wujud penghambaannya terhada Allah SWT. Dalam shalat, hal paling utama dan paling penting adalah tentang diterimanya shalat, dan hal yang menentukan shalat seseorang itu diterima ialah menjalakan rukun, syarat-syarat sah dan wajibnya shalat dengan benar sesuai syariatnya.
Begitulah sedikit penjelasan tentang terapi sholat bahagia, semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar